Kamis, 14 Januari 2010

Nexus One, Bukti Google Tak Revolusioner

VIVAnews - Awal tahun ini Google menghadirkan ponsel pertama mereka yakni Nexus One. Ponsel yang menghebohkan pasar saat menjelang peluncurannya ini kemudian diserbu peminat saat beredar.

Sayangnya, ternyata Nexus One mengecewakan. Keluhan seputar lambatnya Nexus One, layanan purna jual yang membingungkan, sampai denda pembatalan kontrak berlangganan membuktikan Google hanyalah pembuat ponsel biasa. Bukan produsen dengan terobosan yang diharapkan pengguna.

Google memang menyediakan Nexus unlock seharga 529 dolar AS. Pengguna juga bisa mendapatkannya seharga 179 dolar AS jikabersedia menggunakan layanan T-Mobile selama 2 tahun. Tetapi jika pengguna kecewa dengan T-Mobile dan ingin mengganti operator, ia akan dikenakan denda 350 dolar AS oleh Google, 200 dolar AS oleh T-Mobile.
Bila ditambahkan dengan 179 dolar AS yang telah dikeluarkan, total biaya yang dikeluarkan pengguna mencapai 729 dolar AS.
Sialnya, Nexus One hanya bisa berjalan di jaringan T-Mobile. Ponsel tersebut tidak mendukung jaringan 3G dari AT&T, dan hanya bekerja di jaringan 2,75G ke bawah. Di jaringan Verizon Wireless atau Sprint? Ponsel ini membisu.
Seperti VIVAnews kutip dari PCWorld, 14 Januari 2010, Google menyebutkan sedang mengerjakan ponsel untuk jaringan Verizon Wireless. Tetapi besar kemungkinan hal serupa di atas juga akan terjadi. Tak mau berjalan di jaringan operator lain, dan denda pembatalan kontrak yang besar.

Komplain? Silakan. Google hanya menangani keluhan lewat email. Pengguna boleh menunggu hingga satu sampai dua hari untuk mendapatkan respon.

Intinya, Nexus One merupakan ponsel yang membawa masalah serupa yang dialami pelanggan ponsel lainnya selama bertahun-tahun terakhir. Google belum mampu menghadirkan ponsel yang mampu menghadirkan terobosan.
• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar