Selasa, 26 Januari 2010

Skutik Retro 2010 di Indonesia?

JAKARTA, KOMPAS.com - Permintaan akan skuter otomatik (skutik) di pasar motor nasional terus menguat setiap tahun. Buktinya, tahun lalu pangsa pasarnya mencapai sekitar 37 persen, sehingga seluruh ATPM motor nasional memperkuat produknya. Bahkan beberapa di antara membuka segmen baru bergenre retro.

Disebut skutik retro, karena desainnya kembali ke era 1960-1970-an. Dari informasi yang berasil dikumpulkan Kompas.com, tiga ATPM motor di Indonesia (Honda, Yamaha, dan Suzuki) berencana memasukkan produk baru Scoopy, Vino, dan Jelato tahun ini.

"Kami memang berencana memasukkan Vino di 2009, tapi hasil survei masih belum meyakinkan karena retro tidak cocok dengan karekteristik konsumen indonesia. Tapi tunggu saja nanti," ujar Vice President Director PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) Dyonisius Beti kepada Kompas.com, Senin (25/1/2010).

Vino pertama kali diperkenalkan di Thailand pada 2006 lalu mengusung mesin dan platform yang sama dengan Mio. Di Negeri Gajah Putih tersebut, Yamaha mengubah nama produk menjadi Fino.

Langkah Yamaha membuat merek lain, prinsipal Jepang lainnya ikut bermain. Honda menyodorkan Scoopy, sedang Suzuki menampilkan Jelato yang sempat dipamerkan dalam ajang Bangkok Auto Show 2009 lalu. Platform Scoopy mirip dengan produk skutik Honda yang beredar di Indonesia BeAT, sementara Jelato sama dengan Spin hanya dengan variasi mesin yang berbeda.

Sumber dari PT Astra Honda Motor (AHM) yang tak mau disebutkan namanya menjelaskan, segmen skutik menjadi salah satu yang terbesar tahun ini. Selain itu, rencana kompetitor berlambang garputala meluncurkan produk skutik retro membuat merek berlambang sayap mengepak sudah juga mempersiapkan diri.

"Tetangga akan meluncurkan Vino, kita duluin nanti dengan Scoopy. Kapannya belum bisa diinformasikan, yang pasti akan jadi segmen motor baru di Indonesia sekaligus memperkuat pasar skutik di level nasional," ujar sumber tersebut.

Nah, sekarang kalau ketiga produk tersebut jadi dilepas tahun ini, maka tinggal strategi marketing yang menentukan. Pertanyaannya, apa Anda tertarik kalau Skutik Retro dipasarkan di Indonesia ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar