Minggu, 31 Januari 2010

Tren Teknologi Euro6: Injektor Generasi Piezo dan Magnetik (2)

KOMPAS.com – Makin ketatnya regulasi emisi standar pada mobil yang akan dipasarkan nanti, adalah upaya pemerintah untuk menurunkan emisi gas buang. Maklum, efek rumah kaca atau pemanasan global makin mengkhawatirkan. Di samping itu, juga mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Berbagai cara telah ditempuh. Termasuk membuat mobil hibrida dan listrik. Namun pelaksanaan tidak mudah karena banyak faktor yang harus dipertimbangkan.

Kalau mobil menggunakan tenaga listrik, bisa dibayangkan pabrik mesin, pengecoran logam akan berhenti berproduksi. Pada industri tersebut menghidupi banyak manusia di muka bumi ini. Jumlahnya sangat banyak. Sebagainya acuan, tahun lalu saja, jumlah mobil (tidak termasuk sepeda motor), yang diproduksi mencapai 51 juta unit. Jadi, unsur ekonomi juga sangat kuat.

Karena itu, dalam masa transisi me
nuju elektrifikasi, para insinyur otomotif tetap melakukan pengembangan pada komponen mesin sekarang.

Injektor Piezo

Menyosong pelaksanaan regulasi Euro6, salah satu cara yang dilakukan produsen mobil – bekerjasama dengan pemasok – adalah merekayasa komponen yang membuat kerja mesin semakin efisien. Komponen penting mesin masa kini yang menentukan efisiensi kerja mesin adalah injektor, baik untuk diesel maupun bensin.

Untuk mesin diesel, diperkenalkan generasi terkini nosel Injeksi piezoelektrik. Elemen piezo bekerja langsung pada jarum nosel tanpa memerlukan
sistem hidraulik perantara. Dengan cara ini derajat dan lama injektor membuka (bekerja) dapat dikontrol lebih akurat.

Dengan cara demikian, ada pilihan baru. Saat ini hanya digunakan injeksi multiple yang masih membutuhkan beerapa komponen mekanis. Dengan injektor terbaru, aktuator piezo juga belerka sebagai sensor yang melaporkan posisi jarum nosel secara presisi kepada komputer mesin.

Hasilnya, sistem akan mengontrol sendiri aliran bahan bakarnya. Komputer mesin, selain mengontrol kendaraan, juga bisa mendeteksi setiap perubahan aliran bahan bakar pada injektor. Hebatnya lagi, komputer bisa mengatur injektor secara individual (sendiri-sendiri).

Hasilnya, emisi nitrogen oksida (NOx) bisa diturunkan. Konsumsi bahan bakar juga jadi lebih lebih irit. Penurunan emisi nitrogen oksida mencapai standar Euro6, yaitu 80 mg/km, dari sebelumnya Euro5, 180 mg/km.

Pengembangan terhadap
desain hidraulik injektor juga mampu mengoptimalkan kerja mesin. Hal tersebut telah dibuktikan oleh berjuta-juta sistem piezo common rail yang digunakan saat ini. Pada injektor piezo sekarang, bahan bakar yang kembali ke tangki bisa diturunkan sampai 40 persen.

Hasilnya, emisi CO2 pada mobil penumpang yang menggunakan diesel dapat dikurang satu gram per km. Hasil positif lain, untuk memasok bahan bakar bisa menggunakan pompa bertekanan lebih rendah. Hal ini ikut mengurangi biaya komponen.

Injektor Magnetik
Untuk mesin bensin yang makin
gencar menggunakan sistem injeksi lansung, injektor generasi terbaru bekerja secara magnetik. Menurut Continental, mereka berhasil mengembang injektor generasi XL3 baru yang mampu meminimumkan volume injeksi. Ini merupakan opsi baru dari sistem yang sudah digunakan, yaitu injeksi multiple atau juga dikenal sebagai injeksi bertahap (stratified).

Hasilnya adalah pembakaran yang lebih efisien, konsumsi bahan bakar makin dan target utama emisi gas CO2 semakin rendah plus harga harga komponen makin terjangkau. (Bersambung)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar